Selasa, 08 Juni 2010

Sayangi Bibir Anda

KapanLagi.com - Apakah Anda selalu merawat bibir Anda? Apakah bibir Anda pernah kekeringan, berwarna kehitaman dan pecah - pecah? Waspadai apabila hal itu terjadi pada bibir Anda.
Bibir seringkali luput dari perhatian kita. Kita cenderung memperhatikan perawatan sekitar wajah dan tubuh lebih maksimal. Namun apakah Anda menyadari bahwa bibir juga perlu perhatian lebih?

Bibir adalah salah satu bagian tubuh kita yang sensitif. Kulit pada bibir cenderung tipis dan halus. Sinar matahari, AC, rokok, dan minuman beralkohol kerap mengganggu keindahan bibir. Bibir bisa menderita kekeringan, kulit pecah-pecah atau berwarna kehitaman.

Tips & Bentuk Bibir

Bentuk bibir manusia berbeda satu sama lain. Bentuk bibir memiliki arti masing-masing yang mewakili sifat diri.

1. Kreativitas

Memiliki ciri: bentuk bibir atas melengkung dan memanjang dengan bentuk bibir bawah yang normal.

Tips: pilih lipstik dengan warna dasar kebiruan dan tekstur mengkilap.

2. Kekuatan

Memiliki ciri: bentuk bibir atas penuh dan bibir bawah tipis.

Tips: pilih warna keunguan, warna salem, serta warna dasar kecoklatan.

3. Ketegasan

Memiliki ciri: bentuk bibir atas meruncing dengan bentuk bibir bawah normal.

Tips: pilih warna magenta, merah, pink dan warna koral.

4. Keseimbangan

Memiliki ciri: bentuk bibir atas sangat melengkung dengan bibir bawah yang penuh.

Tips: pilih warna coklat, merah bata, serta merah oranye.

5. Kebijakan

Memiliki ciri: bentuk bibir atas agak memanjang serta bibir bawah tipis.

Tips: pilih warna dengan nuansa logam seperti emas, tembaga, perak dan tekstur sangat mengkilap.

Lipstik adalah penyempurna keindahan bibir. Pemulasan lipstik dapat menutupi bentuk bibir yang asimetris. Lipstik juga membuat bibir tampak segar dan lebih menarik dengan keragaman warna lipstik yang ada. Berbagai macam lipstik saat ini sangat bermanfaat bagi kita. Ingin tampil berbeda tinggal ganti warna dan matching-kan dengan baju yang dikenakan. Dalam beberapa detik wajah Anda akan lebih cerah dan berseri. Namun apabila salah pilih lipstik, bibir indah takkan di dapat.

Jadi Anda harus lebih berhati-hati mengenal dan memilih merk lipstik.

Jenis-jenis Lipstik

1. Lacquer

Yaitu lipstik berbahan dasar gel, biasanya dikemas dalam botol atau wadah kecil, memberi kesan halus dan lembut pada bibir dalam berbagai nuansa warna.

2. Satin

Lipstik yang bertekstur sangat lembut, dikemas dalam bentuk stik atau cairan dan tersedia dalam warna, bisa menutupi bibir dengan sempurna serta memberi efek kilap tanpa kesan minyak.

3. Semi-gloss

Efeknya tidak begitu mengilap dan berminyak seperti lip gloss, dikemas dalam bentuk stik atau krim padat.

4. Matte

Lipstik yang tahan lama, tidak mengilap pada bibir, tapi mengandung pelembab dan memberi efek halus pada bibir, tersedia dalam bentuk stik.

5. Lip Care atau Lip Vitamin

Yaitu treatment campuran antara pewarna bibir dan vitamin bibir yang dikemas dalam bentuk stik, bertekstur lembut, mengandung pelembab dan memberi efek berkilau.

Lipstik akan memberikan kepercayaan diri lebih bagi Anda. Jadi jangan salah pilih lipstik lagi.

sumber : http://www.kapanlagi.com/a/old/sayangi-bibir-anda.html

Kurangi Ratusan Kalori Tanpa Diet

KapanLagi.com - Kerap kali kita mengalami kendala menurunkan berat badan karena susah disiplin dalam diet. Tapi sebenarnya ada cara yang tak perlu membuat Anda menderita dengan melakukan diet ketat. Cukup gunakan tips berikut ini dan Anda akan dapat mengurangi beberapa kilo dari berat badan.
1. Nikmati Sarapan Pagi. Lakukan sarapan sepagi mungkin setelah Anda bangun dan dengan cara ini selera makan atau keinginan ngemil akan berkurang sepanjang hari. Rutin sarapan tepat pukul 07.30 pagi setiap hari dapat menurunkan sekitar 100 kalori dalam beberapa hari. Saat Anda bangun dan beberapa jam kemudian sarapan, cara ini akan meninggalkan rasa kenyang yang tahan lama.

2. Menu Berprotein di Pagi Hari. Kalau biasanya Anda menghabiskan beberapa mangkuk sereal di pagi hari, pikirkan cara ini: makanan kaya protein memiliki daya bunuh rasa lapar saat kita menyantapnya di waktu sarapan. Protein merupakan nutrisi terbaik untuk membuat kenyang. Dan saat Anda sarapan makanan kaya protein di pagi hari, sepanjang hari rasa kenyangnya akan bertahan. Makanan kaya protein antara lain terdapat pada: telur, daging ayam, susu, tahu dan kacang-kacangan.

3. Makan Siang Dengan Seafood. Protein berkemampuan mencegah rasa lapar lebih dari nutrisi lainnya, sedang ikan berkemampuan mengurangi rasa lapar setelah protein. Orang-orang yang makan siang dengan menu seafood, 11% mengurangi makan malamnya. Para peneliti menduga kandungan amino acid di dalam ikan meningkatkan kekuatan hormon penghenti selera makan yang disebut leptin. Jadi santap lah seafood yang rendah lemak di saat makan siang.

4. Ganti Dengan Teh. Penggemar teh yang minum empat cangkir teh hitam setiap hari, diketahui mengalami penurunan hormon pemicu stres yang bernama corisol 20%. Teh dapat membantu membakar kalori sebanyak 266 kalori per hari.

5. Kunyah Sebanyak 15 Kali. Mengunyah lebih lama bisa jadi strategi untuk memperlambat proses makan, dengan cara ini memberi kesempatan pada otak untuk merasakan kenikmatan, sehingga secara otomatis kita dapat mengurangi 10% kalori dari yang kita makan.

sumber : http://www.kapanlagi.com/a/old/kurangi-ratusan-kalori-tanpa-diet.html

Kamis, 03 Juni 2010

Sejumlah Penelitian tentang Asupan Garam

TEMPO Interaktif, Jakarta — Sudah ada cukup bukti bahwa asupan garam yang tinggi bisa membahayakan kesehatan. Menurut penelitian, mengkonsumsi garam secara berlebihan bisa mengakibatkan timbulnya berbagai jenis penyakit, seperti darah tinggi, penyakit jantung, ginjal, bahkan stroke. Begitu bahayanya asupan garam yang tinggi, Michael Jacobson, dari Center of Science in Public Interest, Amerika Serikat, mengatakan, “Garam merupakan bahan makanan dengan pengaruh terburuk.”
Topik ini pun menjadi bahasan di sejumlah pertemuan ilmiah. Yang terbaru, pertemuan dan pameran ilmiah tahunan ke-25 Masyarakat Hipertensi Amerika, Mei ini, antara lain mempresentasikan hasil penelitian tentang pengaruh garam terhadap tekanan darah orang Asia.
Pada pertemuan itu, peneliti dari Universitas Karolinska, Stockholm, Swedia, mengevaluasi sebuah komponen genetik yang potensial menyebabkan hipertensi. Menurut peneliti, hipertensi secara esensial adalah suatu keadaan yang kompleks yang disebabkan oleh interaksi banyak faktor, yakni faktor genetik dan lingkungan, termasuk asupan garam.
Jika penelitian membuktikan bahwa konsumsi garam yang berlebihan bisa menimbulkan sejumlah penyakit serius, sebaliknya, makan dengan sedikit garam bisa mencegah penyakit jantung. Studi oleh peneliti dari Boston, Amerika Serikat, beberapa waktu silam, menyebutkan, orang-orang yang mengurangi jumlah garam dalam diet mereka bisa mengurangi seperempat risiko terserang penyakit jantung, dan menurunkan risiko kematian akibat penyakit jantung hingga seperlima.
Semua peserta yang diteliti memiliki tekanan darah tinggi-normal (pra-hipertensi). Karena itu, mereka punya risiko yang lebih besar terkena penyakit jantung. Pada kelompok pertama, peserta dicoba mengurangi asupan sodium sebanyak 25-35 persen, sementara kelompok kedua (kelompok kontrol) tidak mengurangi asupan garam mereka.
Peneliti menemukan bahwa peserta yang telah mengurangi asupan garam selama percobaan cenderung melakukan diet garam lebih rendah dibandingkan dengan mereka yang berada di kelompok kontrol. Secara keseluruhan, para peneliti memperoleh informasi, dari 2.415 peserta, 200 orang di antaranya dilaporkan mengalami masalah kardiovaskuler.
Penelitian serupa dilakukan oleh Kacie Dickinson dari Universitas Flinders, Australia, 2009. Studi ini pun menunjukkan hasil serupa bahwa mengurangi asupan garam bermanfaat untuk mengurangi tekanan darah. Penelitian oleh Dickinson dan kawan-kawan ini telah menyediakan bukti lebih lanjut mengenai pentingnya mengurangi asupan sodium untuk memperbaiki kesehatan pembuluh darah dan mengurangi risiko penyakit kardiovaskuler.
Para peneliti itu juga menunjukkan bahwa pengurangan sodium bermanfaat bagi orang-orang dengan tekanan darah normal dan bagi mereka yang kelebihan berat badan.
Mengingat begitu bahayanya mengkonsumsi garam berlebihan, baru-baru ini para ilmuwan di Amerika Serikat menyerukan agar Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) mengeluarkan aturan pemakaian garam di negeri itu. Mereka mengusulkan agar FDA untuk secara bertahap membatasi jumlah pemakaian garam oleh pabrik, restoran, dan penyedia layanan makanan dalam pengolahan makanan.
Dalam sebuah laporan yang berasal dari Institute of Medicine (IOM) bulan lalu, sejumlah ahli mengemukakan alasan yang mendasari rekomendasi ini. Dalam 40 tahun terakhir, tidak banyak perubahan dalam upaya mengurangi asupan sodium, walaupun itu menjadi prioritas kesehatan nasional. Masyarakat Amerika masih mengkonsumsi natrium lebih dari batas yang baik untuk kesehatan. Orang Amerika mengkonsumsi rata-rata 3.400 gram sodium sehari. Dan ini membuat mereka berisiko tinggi terkena tekanan darah tinggi dan penyakit lain yang terkait.
Jane E. Henney, profesor kedokteran di Universitas Cincinnati, dan kawan-kawan yang menulis laporan itu, mengatakan, penelitian menunjukkan bahwa orang bisa dibiasakan makan makanan dengan sedikit garam. Jika dilakukan secara bertahap, selera masyarakat dapat disetel ulang untuk rasa makanan yang kurang asin. IOM menunjukkan bahwa garam 1.500 miligram per hari cukup untuk orang dewasa.
Upaya lain yang bisa dilakukan adalah mencari garam pengganti berkadar sodium rendah. Profesor Bruce Neal, dari The George Institute for International Health, pernah melakukan penelitian tentang penggunaan garam pengganti oleh penduduk pedesaan di Cina Utara. Neal melaporkan, di antara 600 orang yang diteliti di pedesaan Cina bagian utara, asupan garam pengganti berkadar sodium rendah dan potasium tinggi secara signifikan dapat mengurangi tekanan darah. Menurut dia, ini merupakan strategi baru dengan biaya rendah untuk pencegahan penyakit jantung, stroke, dan penyakit

sumber : http://www.infoanak.com/sejumlah-penelitian-tentang-asupan-garam/

Bayi Perlu Diajari Berenang

KOMPAS.com - Mengajari bayi berenang? Enggak salah, nih?
Ternyata tidak. Justru Anda perlu mengajarkan si kecil berenang sejak usianya masih beberapa bulan. Olahraga ini ternyata dapat membantu bayi mengembangkan ketrampilan fisiknya secara impresif dalam hidupnya kelak.
Menurut sebuah penelitian dari University of Science and Technology di Norwegia, bayi yang bisa berenang ternyata memiliki keseimbangan yang lebih baik, dan mampu menggapai obyek-obyek di sekitarnya lebih mudah daripada bayi yang bukan perenang.
Hal ini terlihat ketika Profesor Hermundur Sigmundsson dari NTNU dan Profesor Brian Hopkins dari Lancaster University membandingkan 19 bayi perenang dan 19 bayi lain yang tidak mengikuti latihan renang. Satu-satunya hal yang membedakan dua kelompok ini adalah bahwa kelompok pertama berenang. Sedangkan faktor-faktor lain seperti latar belakang pendidikan orangtua dan status ekonominya sama.
Bayi perenang tersebut berlatih renang selama dua jam seminggu, diawali sejak usia 2 atau 3 bulan, hingga sekitar 7 bulan. Dalam suatu sesi latihan, pelatih membantu bayi melakukan gerakan jungkir-balik di atas matras yang mengapung, menyelam di bawah air, melompat dari pinggir kolam renang, dan menyeimbangkan diri di tangan orangtuanya sambil berusaha meraih obyek-obyek yang mengapung.
Ketika usia mereka beranjak 5 tahun, kedua grup itu diuji dengan sejumlah latihan seperti keseimbangan (berdiri dengan satu kaki), lompat tali, dan menangkap bantal. Perbedaan mereka ternyata sangat mengejutkan.
“Kami melihat sangat jelas bahwa bayi perenang mampu melakukan latihan tersebut dengan baik, bila dikaitkan dengan keseimbangan dan kemampuan meraih benda-benda,” ujar Profesor Sigmundsson.
Sigmundsson mengungkapkan bahwa tercengang dengan apa yang dapat dilakukan instruktur renang terhadap bayi-bayi tersebut.
“Instruktur bisa membawa bayi-bayi berumur 3 bulan untuk melakukan posisi seimbang, berdiri dengan telapak kaki rata. Bayi-bayi itu mengunci sendi-sendinya, sangat menyenangkan melihatnya,” lanjut Sigmundsson.
Studi yang dipublikasikan di jurnal Child: Care Health and Development edisi Mei 2010 tersebut, menurutnya, mampu memperlihatkan bahwa latihan tertentu yang diterapkan pada anak-anak bisa mempengaruhi kemampuannya kelak. “Studi kami menunjukkan bahwa kita tidak boleh meremehkan aspek pembelajaran,” katanya.

sumber : http://www.infoanak.com/bayi-perlu-diajari-berenang/

Kanker Bisa Diatasi Dengan Deteksi Dini

indosiar.com, Jakarta - Timbul benjolan aneh atau rasa nyeri dibagian tubuh tertentu secara tiba-tiba, tubuh mengalami demam secara berulang atau terjadi penurunan berat badan yang cukup drastis merupakan beberapa gejala adanya kanker menyerang tubuh manusia.

Hingga kini penyakit kanker masih menjadi momok menakutkan karena seringkali menyebabkan kematian, terlebih ketika diperiksa, keganasan kanker sudah mencapai taraf stadium lanjut.

Ketua Yayasan Kanker Indonesia Nyonya Umar Wira Hadi Kusuma mengatakan, deteksi kanker sesegera mungkin merupakan solusi terbaik untuk mencegah penyakit kanker menjalar dan meluas dalam tubuh.

Metode pap smear dan tindakan sadari contohnya merupakan salah satu tindakan awal untuk mencegah kanker leher rahim dan kanker payudara bagi kaum Hawa.

Di Indonesia sendiri, faktor keterlambatan diagnosis dan mahalnya obat serta biaya perawatan merupakan kendala utama penanganan penyakit kanker. Dua penyakit kanker yang paling dominan menyerang kaum wanita Indonesia adalah kanker mulut rahim dan kanker payudara.

sumber : http://www.indosiar.com/fokus/48508/kanker-bisa-diatasi-dengan-deteksi-dini

HPV dan Kanker Serviks

didunia,seorang wanita meninggal setiap dua menit akibat kanker serviks ini dan diperkirakan angka kematian mencapai 270.000 kematian setiap tahunnya.* Ini merupakan angka kematian yang besar, yang memicu stress baik dari segi emosional maupun fisik terhadap wanita bahkan pada tahap pra kanker.

Secara keseluruhan, kanker serviks merupakan kanker mematikan nomor dua didunia pada wanita berusia dibawah 45 tahun, dan saat ini merupakan penyakit kanker paling mematikan nomor tiga didunia pada wanita setelah kanker payudara dan paru - paru.*
Delapan puluh lima persen kematian akibat kanker serviks terjadi pada negara berkembang,* sebagian diakibatkan oleh kurang tersedianya program screening bagi wanita di negara - negara tersebut. Program screening ini dapat mendeteksi tanda - tanda perkembangan sel yang abnormal secara dini, sehingga memungkinkan perawatan secara lebih dini dan cepat. Diperkirakan bahwa tanpa adanya perubahan berarti dari tindakan pencegahan terhadap kanker serviks, maka akan terjadi satu juta kasus tambahan sebelum tahun 2050.

Kanker Serviks - Angka Kejadian Global
Angka kejadian kanker serviks sangat bervariasi diseluruh dunia. Meskipun progam screening sudah dicanangkan namun sekitar 20 persen kejadian kanker serviks tidak terdeteksi, terutama adenokarsinoma serviks, yang lebih sulit untuk dideteksi melalui metode - metode screening yang telah ada.

Di Indonesia, kanker serviks merupakan kanker yang paling umum menimpa wanita. Pada tahun 1991 sebanyak 28,66 % kanker yang diderita wanita Indonesia adalah kanker serviks. Sejak diperkenalkan pada pertengahan tahun 1930 an hingga sekarang, primadona pada pencegahan kanker serviks serta monitoring lesi pra kanker adalah melalui tes Pap smear, yang kini umum ditemukan pada program - program screening. Negara - negara yang memiliki program screening yang sudah maju menemukan bahwa angka kejadian kanker serviks menurun. Meskipun terjadi penurunan, kasus kanker serviks terus terjadi.

Program - program screening saat ini terlaksana atas kesadaran para wanita untuk melakukan pemeriksaan rutin serta tindak lanjut dari para pakar kesehatan. Keterbatasan pada teknik screening sendiri serta risiko kesalahan dalam diagnosis akibat salah interpretasi manusia terhadap hasil sitologis mengartikan bahwa lesi pra kanker bisa saja tidak terdeteksi.


HPV - Penyebab Kanker Serviks

Kanker serviks disebabkan oleh infeksi yang terus menerus dari human papillomavirus (HPV) tipe onkogenik (yang berpotensi menyebabkan kanker). Telah terbukti bahwa HPV merupakan sebab mutlak terjadinya kanker serviks - angka prevalensi didunia mengenai karsinoma serviks adalah 99,7 %*.

Apakah HPV ?

HPV adalah virus yang sangat umum. Virus ini berbasis DNA dan stabil secara genetis. Stabilitas genetik ini berarti infeksi akibat virus dapat dicegah melalui vaksinasi dalam jangka waktu yang panjang, tidak seperti virus influenza berbasis RNA, contohnya, yang kerap berubah sehingga membutuhkan vaksinasi secara teratur.

HPV onkogenik dan HPV berisiko rendah

Setiap wanita berisiko terhadap infeksi HPV onkogenik, yang dapat mengakibatkan kanker serviks. Kurang lebih 100 tipe telah teridentifikasi. Empat puluh tipe tersebut menyerang wilayah genital. Dari 40 tipe tersebut, 15 merupakan tipe onkogenik dan dapat menyebabkan kanker serviks atau lesi pra kanker pada permukaan serviks.***

Secara global, HPV tipe 16 bersamaan dengan tipe 18 dapat menyebabkan 70 % dari seluruh kejadian kanker serviks. Selain itu, tipe 45 dan 31 menduduki urutan ketiga dan keempat tipe HPV penyebab kanker serviks, sedangkan tipe 16,18,45 dan 31 secara bersamaan bertanggung jawab atas 80 % kejadian kanker serviks diseluruh dunia.*

Transmisi HPV

Setiap wanita berisiko terkena infeksi HPV onkogenik yang dapat menyebabkan kanker serviks.** HPV dapat dengan mudah ditularkan melalui aktivitas seksual meskipun demikian transmisi tidak tergantung dari adanya penetrasi namun cukup melalui sentuhan kulit diwilayah genital tersebut (skin to skin genital contact).*

Dengan demikian setiap wanita yang aktif secara seksual memiliki risiko untuk terkena kanker serviks. Diperkirakan bahwa 50 - 80 % wanita dapat terkena infeksi HPV sepanjang hidupnya dan 50 % infeksi tersebut merupakan tipe onkogenik.**

Perkembangan Dari HPV Menuju Kanker Serviks

Infeksi HPV tidak selalu berkembang menjadi kanker serviks. Sebagian besar infeksi HPV (antara 50 - 70 %) menghilang melalui respon imun alamiah, setelah melalui masa beberapa bulan hingga dua tahun.*** Meskipun demikian, kanker serviks dapat berkembang apabila infeksi akibat HPV tipe onkogenik tidak menghilang.*

Dalam pengertian yang luas, diperkirakan bahwa dari setiap satu juta wanita yang terinfeksi HPV tipe onkogenik, hampir 10 % (100.000) akan terjadi perubahan sel serviks prakanker (displasia serviks). Dari angka tersebut, sekitar 8 % (8.000) akan mengalami perubahan prakanker pada sel - sel yang terdapat dipermukaan serviks (karsinoma in situ), dari jumlah tersebut, 20 % (1.600) akan terus berkembang menjadi kanker serviks apabila dibiarkan.*

Perkembangan dari infeksi HPV onkogenik menjadi kanker serviks dapat terjadi apabila terjadi infeksi yang menetap dari beberapa sel yang terdapat pada serviks (sel epitel pipih atau lonjong di zona transformasi serviks). Sel - sel ini sangat rentan terhadap infeksi HPV dan ketika terinfeksi, akan berlipat ganda, berkembang melampaui batas wajar dan kehilangan kemampuannya untuk memperbaiki abnormalitas genetiknya.

Hal ini akan mengubah susunan sel dalam serviks. Virus HPV akan bercampur dengan sistem peringatan yang memicu respons imun yang seharusnya menghancurkan sel abnormal yang terinfeksi oleh virus. Perkembangan sel yang tidak normal pada epitel serviks dapat berkembang menjadi pra kanker yang disebut juga sebagai cervical intraepithelial neoplasia (CIN).
Apabila memperhatikan infeksi HPV onkogenik yang persisten maka ditemukan tiga pola utama pada pra kanker, dimulai dengan infeksi pada sel serta perkembangan sel - sel abnormal yang dapat berlanjut menjadi intraepithelial neoplasia dan pada akhirnya menjadi kanker serviks.

Cervical intraepithelial neoplasia I (CIN I) atau low grade squamous intraepithelial lesions (LSILs). Dalam tahap ini terjadi perubahan yaitu sel yang terinfeksi HPV onkogenik akan membuat partikel - partikel virus baru.
Cervical intraepithelial neoplasia II (CIN II) atau high grade squamous intraepithelial lesions (HSILs). Dalam tahap ini sel - sel semakin menunjukkan gejala abnormal pra kanker.
Cervical intraepithelial neoplasia III (CIN III). Dalam tahap ini lapisan permukaan serviks dipenuhi dengan sel - sel abnormal dan semakin menjadi abnormal.
Infeksi persisten dengan HPV onkogenik dapat berkembang menjadi atau menunjukkan kehadiran lesi pra kanker seperti CIN I,II, dan III dan carcinoma in situ (CIS).
Kanker serviks yang semakin invasif yang berkembang dari CIN III.
Deteksi HPV

Infeksi HPV diarea genital dapat dikenali scara klinis namun dapat didiagnosis secara pasti melalui metode - metode deteksi molekuler.

Immunologi Serta HPV

Kunci perkembangan kanker serviks adalah adanya infeksi menetap (persisten) dari tipe - tipe HPV onkogenik persistensi ini memberikan peluang untuk terjadinya keganasan (kanker). Diperkirakan bahwa onkoprotein HPV bercampur dengan respons kekebalan alami dan memprogramkan kematian sel, kecepatan pertumbuhan sel menjadi meningkat, dan sel - sel epitel yang terinfeksi menjadi lebih rentan terhadap faktor pemicu sekunder yang dapat merusak sel dan berlanjut menjadi kanker.*

Apabila wanita telah terinfeksi oleh HPV, belum tentu akan membuat wanita tersebut kebal terhadap infeksi berikutnya.** Vaksin akan membuat sistem kekebalan untuk mengenali serta menetralisir virus seketika virus tersebut masuk kedalam tubuh melalui kekebalan yang diperoleh.

Mencegah Kanker Serviks

Dengan adanya perkembangan terkini terhadap vaksin inovatif untuk melindungi dari infeksi HPV onkogenik, vaksinasi melawan kanker serviks akan menjadi kenyataan.*** Terdapat vaksin yang menargetkan HPV 16 dan HPV 18 yang mampu mencegah 70 % kanker serviks.

Beberapa model memprediksi bahwa vaksin bersamaan dengan screening akan mengurangi resiko kanker serviks dibandingkan hanya melakukan screening saja, dan secara signifikan akan mengurangi hasil screening abnormal yang membutuhkan tindakan lebih lanjut.**

Vaksinasi terbaik yang dapat dikembangkan untuk melawan kanker serviks adalah kombinasi vaksin yang dapat memberikan cakupan yang lebih luas terhadap tipe - tipe HPV onkogenik dan mampu memberikan perlindungan yang lebih panjang.(WHO/Ijs)

sumber : http://www.indosiar.com/ragam/63319/hpv-dan-kanker-serviks

Rabu, 02 Juni 2010

Kok Bisa Kecanduan Rokok??

Siang tadi saya kembali ke hobi saya, membaca. Ketika kursor si tikus membuka forum di kantor, muncul beberapa thread yang teramat seru. Salah satunya adalah thread tentang Smoking Room. Seru sangat. Sampai beberapa tulisan ditampilkan dengan warna merah menyala dan di-bold pula. Beberapa tulisan tampilannya biasa saja, tapi isinya sungguh…mak jlebb!! Sungguh sebuah thread yang tadinya kondusif menjadi tempat untuk melampiaskan ketidaksukaan, bukan ketidaksetujuan. Dan solusi pun menjadi jauh dari blur.

Bermula dari seorang teman yang dengan cerdasnya menghubungkan antara Perda DKI tentang larangan merokok di sembarang tempat dengan realisasi yang ada di perkantoran, public spot, bahkan kondisi riil di sekitar kita saja. Beliau menegaskan adanya perda tersebut dengan minimnya smoking spot/room yang tersedia demi terealisasinya perda tersebut. Sebenarnya tujuan beliau adalah menyentil secara satire kepada pihak manajemen kantor untuk menyediakan smoking room khusus yang benar-benar terpisah dari yang lain supaya dampak para smokers itu tidak mempengaruhi pihak lain. Dan yang menimpali tulisan tersebut beragam. Mulai dari yang menyetujui, mengusulkan, cuek, dan paling bagus adalah langsung menohok para smokers di kantor yang dengan seenaknya merokok di depan komputer, di ruang kerja, dan di antara pihak lain (bahkan ada beberapa di antaranya yang menderita asma!!) Tanggapan yang kemudian terjadi semakin beragam, sampai akhirnya beberapa tanggapan isinya mencak-mencak tanpa menawarkan solusi.

Saya mencoba menegahi dengan memberikan beberapa gambaran konkrit kondisi di beberapa negara, baik negara ketiga maupun negara maju. Ketika saya menceritakan isi dari karya Trinity dalam Naked Traveller, ada rekan yang menanggapi dengan sangar. Sebenarnya permintaan para smoking haters juga wajar, cuman satu, “Ngrokok bole-bole aja, asal asepnya ga dikluarin. Telen aja bulet-bulet. Paling ntar kluarnya jadi bau kringet kecut atau bahkan kentut.” Tapi para smokers juga ga kalah lincah menimpali, “Sebenarnya penginnya perokok tuh asapnya juga jangan sampai keluar, tapi asapnya aja yang bandel.” Wah sebenernya opini ini sih sama-sama bandelnya.

Inget ya, bukan Smoker haters, tapi smoking haters…

Ketika mbaca-mbaca lagi artikel dan nyari inspirasi, saya nemu artikel yang sebenarnya sering dibaca namun cuman sekedar dibaca. Hehehehe…

Setiap orang tahu bahwa merokok adalah buruk bagi kesehatan. Setiap orang tahu bahwa merokok menyebabkan kanker, penyakit jantung, stroke, paru-paru bengkak, bronkhitis, penyakit pembuluh darah, katarak, impoten, dan masalah-masalah kesehatan lainnya. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan bahwa lebih dari empat juta kematian setiap tahun diakibatkan oleh merokok. Namun, jumlah perokok di dunia meningkat setiap tahun dan siapapun yang mencoba untuk berhenti (merokok) tahu bahwa sangat sulit melakukannya. Dan kita tahu bahwa rokok yang dihisap mengandung nikotin yang merupakan bahan kimia yang berbahaya masuk ke dalam selaput dalam yang lembut dan ke dalam tubuh mereka.

Jadi mengapa dapat kecanduan nikotin yang dapat membuat pengaruh besar walaupun hanya merokok sedikit? Jawabannya adalah nikotin menstimulasi cairan kimia yang mengendalikan rasa bahagia di dalam otak, dopamine (DA). Sebagian dari mekanisme dibelakang kemampuan nikotin untuk mempertahankan stimulasi pusat otak bahkan setelah hanya sedikit merokok dijelaskan oleh Dr’s Daniel McGehee dan Hulbert Mansvelder, di Universitas Chicago, dalam sebuah artikel yang diterbitkan di Neuron tahun 2000 (1).

Saat nikotin mengikat syaraf di bagian tertentu otak, syaraf-syaraf ini dengan cepat mengeluarkan beberapa DA, yang bertindak di daerah yang memberi “imbalan” di otak dan dirasakan sangat menyenangkan. Namun sel-sel yang peka rangsangan ini kehilangan kepekaannya pada nikotin dalam waktu singkat, hanya dalam hitungan detik sampai beberapa menit, dan sel-sel ini berhenti mengeluarkan DA. Akhir cerita, bahagia? Tidak. Saat berbalik, tipe sel yang sama bagi nikotin juga terjadi pada terminal presynaptic di daerah otak yang sama. Saat diaktifkan oleh nikotin, mereka menyebabkan pelepasan sinyal molekul, glutamin. Pelepasan glutamin baru ini dapat terjadi pada syaraf DA tertentu untuk menstimulasi mereka untuk melepaskan lebih banyak DA. Pengaktifan syaraf DA oleh glutamin menghasilkan kelanjutan pelepasan DA beberapa jam, dalam jangka panjang berpotensi merangsang input. Jadi meskipun seseorang hanya mengkonsumsi nikotin selama beberapa menit, efek menyenangkannya dapat berlanjut selama beberapa waktu dengan cara ini. Ini dapat menjelaskan rasa menyenangkan jangka panjang dari otak bagian imbalan yang diinduksi oleh mengkonsumsi sedikit nikotin. Keseluruhan mekanisme serupa uintuk kejadian yang dilihat selama belajar dan mengingat dan mungkin menjadi sebuah langkah awal yang penting dalam pengembangan kecanduan.

Bagian kedua dari teka-teki adalah mengapa stimulasi pelepasan DA ini tidak segera berhenti. Seperti yang dijelaskan oleh kelompok yang sama dalam artikel yang diterbitkan dalam Neuron tahun 2002 (2), tubuh mempunyai sebuah mekanisme untuk menghentikan produksi DA dan mekanisme itu distimulasi oleh nikotin. Nikotin mengikat dan mengaktifkan sel-sel yang peka kemudian melepaskan neurotransmitter pencegah di pusat sistem syaraf, asam gamma-aminobutyric (GABA). Dengan singkat. Ya, sayangnya, sel-sel yang peka nikotin kemudian menghidupkan pelepasan GABA yang bertindak untuk menghentikan pelepasan DA yang juga non reaktif untuk nikotin segera setelah bersentuhan. Namun mengaktifkan pelepasan glutamin berlanjut dan mengaktifkan pelepasan DA dapat berlanjut sebagai pengurangan pelepasan GABA. Jadi semakin lama masanya, menghasilkan lebih banyak DA yang diproduksi melalui pelepasan candu dari glutamine melalui pengaktifan sel nikotin.

Jadi kelihatannya keinginan kuat akan nikotin di dalam rokok dapat dijelaskan dengan sederhana oleh buaian obat dengan sel-sel peka yang akan melingkupinya. Pada mulanya nikotin menemukan sel peka pada syaraf-syaraf DA yang senang untuk terikat padanya dan kemudian distimulasi untuk melepaskan DA. Namun mereka segera letih karena nikotin, dan tidak lagi terstimulasi olehnya. Kemudian sel peka yang terikat dan mempertahankan kecanduan nikotin, melepaskan glutamin, dan menyebabkan pelepasan DA, untuk beberapa jam. Namun yang ketiga, ada sel-sel peka yang terikat nikotin dan diaktifkan untuk melepaskan sinyal negatif yang kuat, GABA. Tapi sel peka ini segera kehilangan minat dan meninggalkan nikotin untuk berinteraksi terutama dengan jalur glutamatergic yang menyebabkan gairah.

Dengan demikian, dari kerumitan yang saling mempengaruhi diantara molekul datanglah keinginan kuat seseorang untuk merokok. Kecanduan yang menghancurkan hidup tercipta dari peristiwa molekul seperti ini. Adalah perlu bagi kita mematuhi interaksi diktator dari molekul, dimana kita harus melakukan apapun untuk mempertahankan tingkat dopamin kita? Adalah tidak mungkin, kemudian pemikiran dan keinginan kuat seseorang, katakanlah, tidak menjadi budak dari kotoran molekul itu, atau pilihannya untuk hidup bebas dari obat-obatan, dapat merubah konsekuensi dari interaksi molekul-molekul itu? Dapatkan pemikiran kuat, menentukan nasib sendiri, merubah reaksi seseorang pada rokok, jadi dia tidak lagi menemukan kenikmatan pada hal itu, namun menjadi enggan dan mengabaikannya? Mengapa beberapa orang segera dan benar-benar kecanduan setelah hanya menghisap beberapa rokok, dimana yang lainnya merokok selama seminggu dan sepanjang kehidupannya? Mengapa beberapa perokok lama benar-benar tidak berdaya ketika tiba saatnya mencoba menghentikan kebiasaan itu, namun orang lain dapat menghentikannya dengan mudah, dan yang lainnya melalui kegagalan berulang-ulang sampai mereka akhirnya berhasil? Mungkin benar yang dikatakan ilmu pengetahuan, bahwa kondisi mental kita, keinginan kita akan sebungkus rokok nikotin, dapat distimulasi oleh interaksi molekul yang ditimbulkan oleh ikatan obat-obatan pada sel-sel peka di otak kita, bukankah juga benar bahwa kita tidak terikat, tidak harus mematuhi, dapat mengabaikan atau naik diatas tirani ini? Mungkin umat manusia lebih dari hanya sekedar sebungkus molekul.

sumber : http://zoneforthegreen.wordpress.com/2008/07/14/kok-bisa-kecanduan-rokok/